Mengabaikan Pekerjaan
MENGABAIKAN PEKERJAAN
Pada tanggal 27 Desember 2024, tepat pada hari Jum'at, kami dari Tanah Ombak mengadakan acara kegiatan camping ke-3 di Alahan Panjang. Kami sudah merencanakan acara ini cukup lama.
Sehari sebelum kami pergi, kami diberi kertas yang berisi tentang peraturan peraturan yang harus kami patuhi selama camping, kami juga di suruh untuk membacanya dan mengingat semua peraturan peraturan tersebut, agar tidak melanggarnya.
Di hari kami kemah, kami berkumpul di Tanah Ombak untuk mengangkat-angkat barang ke atas mobil bersama-sama. Setelah selesai mengangkat seluruh barang-barang, kami pun berangkat. Saat di perjalanan kami sibuk dengan aktivitas sendiri sendiri.
Di tengah perjalanan aku merasakan sakit kepala dan sedikit mual, aku pun memutuskan untuk tidur. Saat aku tidur, aku merasa sangat tidak nyaman karena aku sadar bahwa kedua teman sebangkuku muntah. Aku berusaha untuk tetap tenang supaya tidak ikut muntah. Untungnya aku bisa menahan diri untuk tidak muntah, sampai kami tiba di tempat kemah.
Aku sangat-sangat senang karena pemandangan di sini sesuai dengan apa yang aku bayangkan, bahkan lebih dari yang aku bayangkan. Pemandangan di sini sangat-sangatlah indah. Di sini juga banyak kebun teh dan yang lebih menyenangkan lagi, tempat camping kami memiliki fasilitas kolam renang gratis.
Selesai kami mengangkat barang-barang ketempat kemah, kami pun bersama sama mendirikan tenda. Sesudah itu, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Kami makan siang bersama sama dengan bekal yang kami bawa dari rumah.
Karena hari panas, beberapa dari kami memutuskan untuk beristirahat sebentar. Saat itu aku, Kak Aira dan Kak Andin duduk bersampingan. Tiba-tiba Pak Hen memanggil Kak Aira untuk meminta tolong memperbaiki logo bendera Tanah Ombak yang terlilit oleh benang-benang, tapi saat itu Kak Aira tidak merespon, mungkin tidak terdengar karena terlalu sibuk dengan handphonenya.
Karena Kak Aira tidak merespon, aku pun memanggilnya lagi. Sesudah itu, aku pun cepat cepat berdiri untuk ikut membantu, sebaliknya Kak Aira hanya diam dan melanjutkan memainkan handphonenya. Jujur aku merasa sedikit kesal kepadanya, karena dia tidak ikut membantu bagaimana pun bapak menyerahkan tugas ini kepadanya.
Logo bendera tanah ombak ini terlalu banyak terlilit oleh benang-benang sehingga susah untuk memperbaikinya.
Saat aku memperbaikinya ada beberapa yang menolongku yaitu Kak Alena dan Bang Yudi. Tak lama dari itu, Kak Alena letih. Karena bendera itu belum berhasil diperbaiki. Aku dan Bang Yudi pun melanjutkan memperbaiki bendera tersebut, tapi ternyata belum juga bisa kami selesaikan. Setelah cukup lama, Bang Yudi pun mulai menyerah, begitu pun aku, akhirnya bapak datang dan memberikan saran cara memperbaiki bendera tersebut. Memperbaiki bendera yang terlilit oleh benang itu harus pelan-pelan dan dengan ketelitian, bapak juga memberikan contohnya.
Aku dan Kak Andin pun mencoba kembali untuk memperbaikinya lagi. Beberapa menit kemudian, akhirnya bendera itu bisa kami perbaiki. Pada akhirnya Logo Bendera Tanah Ombak bisa dipasang kembali.
karya: Bunga Trivia
Komentar
Posting Komentar